Senin, 23 Juni 2014

PERZINAAN MERAJALELA

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh,

Sesungguhnya segala puji bagi Allah, hanya kepada-Nya kami memuji, mohon pertolongan dan ampunan-Nya. Kami berlindung kepada-Nya dari keburukan diri kami dan kesalahan perbuatan kami. Barangsiapa yang diberi petunjuk Allah, maka tidak ada yang menyesatkannya. Dan barangsiapa disesatkan, maka tidak ada yang dapat memberi petunjuk kepadanya. Aku bersaksi bahwa tiada yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah saja, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad Shollallahu 'Alaihi Wasallam adalah hamba dan utusan-Nya.
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ  

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan memeluk Islam.” (Q.S. Ali Imran: 102)

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabbmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya, dan daripada keduanya Allah mengembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silahturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.”  (Q.S. An Nisaa’ :1)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعْ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا  

“Hai orang-orang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah  perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul-Nya, sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang benar .”  (Q.S. Al Ahzab : 70-71)

Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-baik ucapan adalah ucapan Allah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Rasulullah Shollallahu 'Alaihi Wasallam Sebaliknya sejelek-jelek perkara adalah apa yang diada-adakan dalam dien karena setiap yang diada-adakan dalam dien adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah kesesatan, dan setiap yang sesat di neraka.

File yang telah berada di tangan antum sekarang ini merupakan kumpulan artikel dari situs almanhaj.or.id dimana nama-nama kategori dalam file CHM ini telah mengalami penyesuaian dan pengeditan. Kami berkewajiban untuk menyampaikannya kepada kaum muslimin yang insya Allah dalam rangka menegakkan kebenaran dan menyingkirkan kebodohan dengan berpegang teguh kepada Al-Quran dan As-Sunnah menurut pemahaman para sahabat dan para pengikutnya. Anda bebas mendistribusikan dengan rasa tanggung jawab. Juga diperbolehkan mengutip sebagian atau seluruh isi artikel dengan menjaga keilmiahan dan mencantumkan sumber rujukan dengan jelas dan penuh kejujuran.
Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terselesaikannya website almanhaj.or.id dan file ini. Qoddarullah!
Tak lupa kami membuka selapang-lapangnya kritik dan saran dari ikhwan dan akhwat fillah sekalian via email ke : almanhajadm @ yahoo[d o t]co[dot]id

Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokaatuh





Perzinaan Merajalela

Kategori Hadits

Sabtu, 10 April 2004 08:02:08 WIB

PERZINAAN MERAJALELA


Oleh
Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabil





MUKADIMAH
Artikel ini diambil dari sebagian kecil Tanda-Tanda Kiamat Shugro, yang dimaksud dengan tanda-tanda kiamat shugro (kecil) ialah tanda-tandanya yang kecil, bukan kiamatnya. Tanda-tanda ini terjadi mendahului hari kiamat dalam masa yang cukup panjang dan merupakan berbagai kejadian yang biasa terjadi. Seperti, terangkatnya ilmu, munculnya kebodohan, merajalelanya minuman keras, perzinaan, riba dan sejenisnya.

Dan yang penting lagi, bahwa pembahasan ini merupakan dakwah kepada iman kepada Allah Ta'ala dan Hari Akhir, dan membenarkan apa yang disampaiakan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, disamping itu juga merupakan seruan untuk bersiap-siap mencari bekal setelah mati nanti karena kiamat itu telah dekat dan telah banyak tanda-tandanya yang nampak.
________________________________


Dan diantara tanda-tanda dekatnya hari kiamat lagi ialah banyaknya perzinaan di kalangan manusia. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam memberitahukan bahwa yang demikian itu termasuk tanda-tanda hari kiamat (telah dekatnya hari kiamat). Diriwayatkan dalam Shahihain dari Anas Radhyallahu 'anhu, ia berkata Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Sesungguhnya diantara tanda-tanda akan datangnya hari kiamat ialah .... (diantaranya) akan merajalelanya perzinaan". [Shahih Bukhari, Kitab Al-Ilm, Bab Raf'il Ilmi wa Zhuhuril Jahli 1:178. Shahih Muslim Kitab Al-Ilm, Bab Raf'il Ilmi wa Qabdhihi wa Zhuhuril Jahil wal Fitani Fi Akhiriz Zaman 16:221]

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata. Rasulullaah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Akan datang pada manusia tahun-tahun yang penuh tipu daya (kemudian beliau melanjutkan sabdanya, yang diantaranya) dan akan tersebar padanya perzinaan". [Mustadrak Al-Hakim 4:512. Beliau bersabda, " Ini adalah hadits yang shahih isnadnya, hanya saja Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya". Adz-Dzahabi juga menyetujui perkataan Hakim ini. Dan dishahihkan pula oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami' Ash-Shaghir 3:212, nomor 3544 dan beliau tidak menyebut "dan akan tersebar 'fahisyah/ perzinaan].

Dan lebih besar lagi daripada itu ialah menghalalkan zina. Diriwayatkan dalam kitab Shahih dari Abi Malik Al-Asy'ari bahwa dia mendengar Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Sungguh akan ada dari umatku beberapa kaum yang menghalalkan (menganggap halal) perzinaan dan sutera". [Shahih Bukhari, Kitab Al-Asyrabah, Bab Majaa-a Fiman Yastahillu Al-Khamra wa Yusammihi bi Ghairi Ismihi 10:51].

Dan pada akhir zaman, setelah lenyapnya kaum mukminin, tinggalah orang-orang yang jelek, yang seenaknya saja melakukan persetubuhan seperti himar, sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadits An-Nawwas Radhiyallahu 'anhu.

"Artinya : Dan tinggallah manusia-manusia yang buruk yang seenaknya saja melakukan persetubuhan seperti himar. Maka pada zaman mereka inilah kiamat itu datang". [Shahih Muslim, Kitab Al-Fitan wa Asyrathis Sa'ah, Bab Dzikri Ad-Dajjal 18:70].

Dan diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda.

"Artinya : Demi Allah yang diriku di tangan-Nya, tidaklah akan binasa umat ini sehingga orang-orang lelaki menerkam wanita di tengah jalan (dan menyetubuhinya) dan diantara mereka yang terbaik pada waktu itu berkata. 'Alangkah baiknya kalau saya sembunyikan wanita ini dibalik dinding ini". [Riwayat Abu Ya'la, Al-Haitsami berkata. 'Perawi-perawinya adalah perawi-perawi Shahih'. Majma'uz Zawaid 7:331].

Al-Qurthubi di dalam kitabnya Al-Mufhim Limaa Asykala Min Talkhiishi Muslim, dalam mengomentari hadits Anas di atas mengatakan. "Dalam hadits ini terdapat tanda kenabian, yaitu beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam memberitahukan beberapa perkara yang akan terjadi, lalu secara khusus telah terjadi pada zaman sekarang ini".[Fathul-Bari 1:179]

Kalau hal ini telah terjadi pada zaman Al-Qurthubi, maka pada zaman kita sekarang ini lebih banyak lagi, mengingat semakin banyaknya kebodohan (tentang Ad-Din) dan semakin tersebarnya kerusakan di antara manusia.


[Disalin dari buku Asyratus Sa'ah Fasal Tanda-tanda Kiamat Kecil oleh Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabil MA, edisi Indonesia Tanda-Tanda Hari Kiamat. hal. 106-108 terbitan Pustaka Mantiq. Penerjemah Drs As'ad yasin dan Drs Zaini Munir Fadholi]



Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=612&bagian=0










































Kamis, 24 April 2014

PUISI HIDUP



Aku
 Anak Pinggriran

Kehidupan adalah makna untuk ku
Makna dalam hidup adalah perjalananku
Biar tubuhku penuh lumpur
Aku’kan tetap tersenyum merayu dunia
masuk dalam cahaya

Kesepian buatku sudah biasa
Aku kan anak pinggiran bisa apa?
Biar tubuhku kaku tak bergerak
Ku’kan tetap mengejar mencari cahaya

Kepedihan sudah menjadi makanan harianku
Aku’kan anak jalan bisa apa?
Biar tubuhku penuh darah
Ku’kan setia berlari, mencari mimpi dan cahaya abadi........









Menulis jejak
Dalam malam, aku sendiri membayang
Mencari jejak diri yang terus melayang
Bertemankan rembulan ku alirkan tangan
Menulis kisah dalam kenangan

Mencari bahasa merangkai kata
Yang indah ku alirkan dari bibir saja
Dengan tenang aku mencari, merangkai menulis
Sebuah jejak menjadi sajak
















Sajak

Kata, bahasa
Ku alirkan
Cerita, langkah
Ku tuliskan

Sajak
Ku  rangkai,ku tulis
Bernada, berima,bermakna
Cerita

Sajak
kata,bahasa,satu........















Sendiri

Terbaring dalam kesunyian
Terhanyut dalam kesepian
Dalam rumah aku sendiri
Malam apalagi

Aku di cekam ngeri
Dalam kesunyian kamar
Terdengar suara-suara malam
Di antara pohon-pohon itu

Terkenyut aku berdiri
Siapa di luar itu
Keras , ganas dia bersuara
Gug..gug.....






Sebuah Rumah

Dari jarak jauh aku berjalan
mendekati
Pergi dalam ketakutan
Aku tertekan

Sebuah rumah berpapan pepohonan
 Berdiri memandang lurus tak bergerak
Dari jauh ku pandang,dia datang

Terkejut aku berdiri
Si manis pun lari......














Bersama kawan
Hujan waktu itu , berlari menentang
Gelombang menyerang, gerimis menyebrang
Kapal berlayar,arus menyambar
Di semenanjung kami berlabuh,dan berpacuh

Jalan berbatu bertaburan duri
Garis-garis tajam kejam menghampiri
Mata kami terbuka sekejap tertutup lagi

Harapan di mata, Cerita mulai bertatah
Dengan dia cita,cinta, Bersama













Saat  hari itu tiba

Lemah sudah kita,terasa badan tak bernyawa
Kaku seluruh, musnah seketika
Hancur binasa tak tersisa

Ketika DIA berkata
Runtuh,rubuh
putus
Hancur
Luluh lantak
Retak

Kita semua ,
Kaku
Musnah
Mati.......









Anak pinggaran

Berjejeran kita dalam tempat
Menyisihakan tangan kita merapat
Memandang sebuah kenangan dunia
Yang sempat mendekat
Dalam pasar,
berteriak,bercanda,menangis,tertawa
Kita bersama
Menulis kisah,mencari cinta

Kertas hitam
Anak pinggiran
Aku berada mencari harapan











Kesabaran

Aku’kan tahan segala omongan,segala cacian
Yang mengikatku setiap melangkah
Aku bingung kemana arah buatku bicara
Satu kata keluar,seribu kata di tampar
Hidup ini sangat bising ku dengarkan
Seru-menderu terus saja terpancar

Tak ada lagi untukku melangkah
Segala buntuh,semua runtuh
Tertutup rapat terkunci pekat














Senja di pulau kecil

Saat ini memang aku sedang sedih, memangdang mentari yang mulai mati
Dari ujung pantai desiran ombak laun lambat berlari
Di tengah laut biru menghijau aku berpacuh
Mendayung perahu , cahaya melaju

Masih saja mendayung, mendekati sayup di pantai ada si buyung
Terus dekat rapat,senyum itu kupandang mendekat

Saat ini memang aku sedang sedih,memadang mentari yang sudah mati
Di Ujung jalan sana aku berlari,mengejar suara Ilahi
Bersenandung kata-kata suci,aku alirkan
Allahu Akbar.........












Malam

Malam mulai kelam, Sendiri lagi
Sunyi senyap mencekik, Datang lagi
Suara-suara malam yang ngeri,mulai lagi

Malam terus kelam,dingin lagi
Hujan turun,basah lagi
Rembulan tak bersinar, sepi lagi
Lampu mati, takut lagi

Aku sendiri , di malam yang sepi
Sampai datang siang menanti........













Cintaku

Di gubuk ini aku sendiri menanti
Cinta sejati sekarang telah pergi
Jeritan di hati merana sendiri
Burung merpati menghibur hati

Bulan tersenyum,di malam mendayu
Perasaan rinduku,semakin melaju
Bercampur pilu, aku merayu
Cinta kembalilah ke nafasku

Dalam malam aku berkata
Cinta kenapa kau begitu cepat bertahta
Sebelum Dia kupeluk dan ku manja











PerjuanganMU

Hembusan napasMU begitu sejuk Kau berikan
Menyejukanku dalam kehausan
Membelaiku dengan jemari tulusMu Kau pancarkan

Kau laksana jantung dan darahku
Yang merapikan nadi-nadi putus dalam sendiku
Kau duniaku, tempat berteduhku
Melengkapi jalan dan langkahku

Gelap keruh bumi ini merapuh tubuhku tanpa perjuanganMU
Kau cahaya sandaran jiwaku,menerangi gelapnya hidupku
Kadang sulit bagimu, tapi sungguh tak terlihat lesu kesahMu
Hanya terlihat kasih sayang di mataMu
Buat aku anakMu......










Mulai buta

Mulai buta orang orang disana
Tak melihat daun yang hijau di jalanan mengering
Membusuk tak ada tempat menginang
Di jalan tak peduli diguyur mentari , hujan
Buka mata dan lihatlah daun-daun yang tak berembun
Di pepohonan yang rapuh mau patah dimakan rayap yang tak punya mata
Habis sudah hidup mereka, tak punya tempat berlindung
Hanya bisa menangis , Bagai gerimis di tengah hari
Terus berdesir membasahi jalan-jalan putih
Tiada lagi orang peduli
Bukannya dunia membenci , tapi orang-orang itu tak peduli

Buka matamu wahai oarang- orang disana

 lihat kami anak jalanan........